KKL 2017

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Setiap Perguruan Tinggi mempunyai tiga tugas pokok yang di istilahkan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian serta pengabdian kepada masyarakat yang wajib dilaksanakan khususnya mahasiswa IAIN Padangsidimpuan.
Kuliah Kerja Lapangan (KKL) ini memiliki nilai bobot 4 SKS dan ini merupakan kegiatan rutinitas tahunan dan bersifat intra kurikuler dan juga merupakan salah satu persyaratan kepada mahasiswa untuk menyelesaikan pendidikan sarjana S.1 (Strata Satu), KKL merupakan langkah awal bagi setiap mahasiswa dalam mengemban tugas pengabdian kepada masyarakat.
Mengembangkan dan mengaplikasikan seluruh ilmu pengetahuan yang dimiliki juga bermanfaat untuk melatih kemampuan menelaah problema dan potensi masyarakat dan mampu menemukan solusi terhadap problematika yang ada pada masyarakat dilokasi KKL.
Selama pelaksanaan KKL angkatan ke- XLII IAIN Tahun 2017 berlangsung mulai tanggal 11 Juli sampai 30 Agustus 2017 dengan waktu 1 bulan 3 minggu, tentu banyak kendala-kendala atau problematika yang dihadapi selama berada dilokasi KKL. Dan disini kami akan mendeskripsikan atau menjelaskan pada Bab-Bab berikut secara terperinci.


B. Gambaran Umum Desa/ Lokasi KKL
1. Letak Geografis
Lokasi KKL Mahasiswa yang dituju bertempat di Desa Balimbing Jae. Dari segi geografis lingkungan   Balimbing Jaetermasuk bagian Kecamatan Padang Bolak Julu. Desa ini mempunyai luas daerah pemukiman 6 Ha, luas pertanian/persawahan sekitar 500 Ha, luas perkebunan sekitar 2000 Ha dan pemakaman sekitar 1 Ha. Sarana transportasi darat menuju lingkungan Desa  Balimbing Jaeharus ditempuh dengan kenderaan pribadi karena minimnya transportasi umum. Transportasi umum yang beroperasi di desa  Balimbing Jaehanya ada satu buah angkot, itupun tidak setiap hari beroperasi. Sehingga untuk menuju kedesa  Balimbing Jaemasyarakat menggunakan sepeda motor atau mobil pribadi. Dari Padangsidimpuan ke lingkungan Desa  Balimbing Jaememakan waktu tempuh sekitar kurang lebih 1 jam 30 menit. Lingkungan Desa  Balimbing Jaeberbatas wilayah:
Sebelah Timur berbatasan dengan desa Sunggam Jae
Sebelah Barat berbatasan dengan desa Balimbing Julu
Sebelah Utara berbatasan dengan Desa pamuntaran
Sebelah Selatan  berbatasan dengan desa Sobar
2. Kondisi Demografis
Pekerjaan masyarakat di lingkungan Desa  Balimbing Jae pada umumnya berprofesi sebagai petani/perkebun, penggarab karet dan perkebunan Sawit.  Sementara sensus  penduduk yang kami lakukan, jumlah penduduk di desa ini 457 jiwa dengan 105 Kepala Keluarga (KK). Semuanya beragama Islam 100 %.
Lembaga pendidikan yang ada di desa  Balimbing Jaehanya sekolah dasar yaitu SD Negeri 101450 Balimbing. SD ini bergabung dengan masyarakat Balimbing Julu. Adapun untuk pendidikan SMP dan SMA anak-anak desa  Balimbing Jaeharus menempuh jarak kurang lebih 2 km menggunakan sepeda motor pribadi atau angkot. Karena SMP dan SMA  berada di desa Sipupus.
Tempat ibadah yang merupakan pusat aktivitas keagamaan masyarakat di lingkungan Desa  Balimbing Jaehanya ada 1 mesjid dan 1 surau.
Kemudian balai desa  tidak ada, jika ada suatu perkumpulan – perkumpulan dilaksanakan di rumah Sekretaris desa. Lembaga kesehatan di lingkungan Desa  Balimbing Jae yang ada hanya berupa posyandu, namun posyandu ini kurang aktif dan  tidak digunakan secara efektif dan efesien. Sedangkan untuk berobat ke bidan masyarakat desa harus pergi ke desa  Balimbing Julu atau desa Sipupus, karena di desa  Balimbing Jae tidak ada Bidan Desa.
Adapun lokasi pemakaman masyarakat hanya ada 1 lahan yaitu untuk pemakaman umum.
3. Kondisi Sosial Kemasyarakatan dan Sosial Keagamaan
Kondisi sosial kemasyarakatan lingkungan Desa  Balimbing Jaerukun karena pada hubungan antar orang tua masih terjalin dengan baik. Dan   Naposo Nauli  Bulung (NNB) kompak dalam melaksanakan suatu kegiatan karena NNB didesa  Balimbing Jaemempunyai tujuan membantu masyarakat .
Sementara keadaan sosial keagamaan masyarakat lingkungan desa balimbing hanya ada satu pemahaman yaitu paham NU. Pemahaman keagaamaan di lingkungan desa   Balimbing Jaemasih tergolong aktif, ini dapat dilihat dari tingginya kesadaran masyarakat di desa ini untuk beribadah. Hal ini dapat dilihat pada keadaan mesjid yang sering dikunjungi oleh masyarakat, ini disebabkan karena tingginya kesadaran beragama masyarakat. Selain itu wirit yasin ibu-ibu juga rutin dilaksanakan sekali seminggu.

C. Identifikasi Masalah
1. Sosial Kemasyarakatan dan Pemerintahan
Adapun kondisi sosial kemasyarakatan dan pemerintahan lingkungan desa   Balimbing Jaeini antara lain :
a. Kurangnya rasa persaudaraan antar NNB.
b. Kurangnya koordinasi terhadap kinerja pemerintahan desa menuju kemajuan pembangunan.
c. Kurangnya fasilitas pemerintahan desa yang dapat mendukung kegiatan masyarakat.
d. Kurangnya rasa kesadaran melaksanakan gotong royong membersihkan lingkungan sekitar.


2. Sosial Keagamaan dan Pendidikan
Adapun kondisi sosial keagamaan dan pendidikan diantaranya :
a. Ketidak pahaman masyarakat pentingnya Bimbingan Konseling Islam
b. Kesibukan masyarakat mencari nafkah sehingga waktu untuk beribadah dan belajar agama sangat minim.
c. Kurangnya kesadaran dan kemauan masyarakat untuk shalat berjamaah khususnya bagi kaum bapak.
d. Jarang sekali ada adzan pada saat shalat dzuhur dan ashar.
e. Kurangnya motivasi anak dalam hal belajar yang disebabkan banyaknya waktu mereka bermain dan membantu orang tua.

BAB II
RANCANGAN STRATEGI DAN
LANGKAH PEMECAHAN MASALAH

A. Strategi Pemecahan Masalah
Dalam usaha untuk memberi pemecahan terhadap permasalahan-permasalah yang timbul di dalam masyarakat, seperti yang telah kami sebutkan terdahulu maka kami sebagai peserta KKL yang telah ditempatkan di lingkungan  desa Balimbing Jae,  yang kami lakukan adalah sebagai berikut:
1. Memberikan pemahaman dan penjelasan kepada masyarakat melalui khutbah jum’at dan perwiritan yasin di rumah-rumah warga dengan cara memberi ceramah keagamaan atau dengan melakukan konsultasi serta siraman rohani tentang bagaimana akhlak seseorang muslim yang seharusnya serta betapa pentingnya kebersamaan dan pendidikan.
2. Memberikan masukan-masukan kepada aparat desa baik berupa gagasan yang bersifat membangun serta membantu pemerintahan desa dalam melakukan berbagai hal yang berhubungan dengan kemasyarakatan.
3. Berpartisipasi aktif dalam mengikuti berbagai kegiatan yang dilakukan di dalam masyarakat, seperti kegiatan wirid yasin naposo nauli bulung, wirid yasin ibu-ibu, musyawarah, pertandingan olahraga, dan lain-lain.
4. Membina pengajian untuk melatih anak-anak membaca Iqra’/Al-Qur’an serta selalu memotivasi para remaja untuk gemar membaca Al-Qur’an di rumah masing-masing, serta ikut mengarahkan masyarakat untuk selalu shalat berjamaah di masjid.
5. Ikut berpartisipasi aktif dalam bidang pendidikan dengan memberi bantuan tenaga di dalam mendidik siswa/i SD yang berada di desa tersebut, serta memberi usulan-usulan yang bersifat motivasi bagi tenaga pengajar guna meningkatkan mutu pendidikan di sekolah tersebut.
6. Mengajak Naposo Nauli Bulung untuk melakukan gotong royong membersihkan lingkungan sekitar.
B. Kegiatan - kegiatan Yang Direncanakan
1. Bidang Agama
a. Menyampaikan ceramah pada kegiatan pengajian atau wirid yasin Remaja (NNB).
b. Menyampaikan Khutbah (bagi peserta laki-laki).
c. Mengembangkan kelompok pengajian wirid yasin Naposo Nauli Bulung.
d. Memimpin kegiatan wirid yasin (tahtim/tahlil).
e. Adzan di mesjid (bagi peserta laki-laki)
f. Belajar agama untuk anak-anak dimesjid
2. Bidang Pendidikan
a. Mengajar di SD yang berada di lingkungan desa  Balimbing Jae.
b. Membina kemampuan anak-anak membaca Al-Qur’an (Tajwid) dimesjid dan ditempat mereka belajar mengaji.
c. Melatih anak-anak dalam kegiatan pencarian bakat yang berupa Cerdas Cermat, Pidato, MTQ, kaligrafi dan adzan pada tingkat kecamatan
d. Mengadakan les prifat.
3. . Bidang Lingkungan Hidup Dan Kesehatan
a. Menggerakkan kegiatan gotong-royong memperbaiki dan membersihkan lingkungan dan sarana umum (Kebersihan  jalan umum, pekuburan umum, mesjid, saluran air dan pamandian umum).
b. Membuat Taman Bunga
c. Membuat Apotik Hidup
d. Membantu pelayanan pada posyandu tentang perbaikan gizi dan imunisasi pada anak balita
4. Bidang Kesejahteraan Masyarakat
a. Membina keterampilan berwira usaha masyarakat
b. Membantu masyarakat berwira usaha dalam bidang pertanian dan peternakan.
5. Bidang Pembinaan Generasi Muda
a. Membina/menggerakkan olahraga berupa volly
b. Memberikan arahan/bimbingan kepada generasi muda tentang menajemen kepemimpinan organisasi.
c. Membina anak-anak dalam melaksanakan proses baris-berbaris (PBB) dalam rangka deville.
6. Bidang Kesenian
a. Membina anak-anak menari untuk mengisi acara hari kemerdekaan dan juga untuk mengisi acara di hari-hari berikutnya.
b. Membina anak-anak menggunakan jilbab.
c. Membina/melatih anak-anak baca Al-Qur’an.
d. Membina anak-anak dalam kegiatan nasyid.
e. Membina anak-anak untuk memanfaatkan barang bekas seperti aqua gelas untuk dijadikan kerajinan tangan berupa bunga.
7. Bidang Pemerintahan Desa
a. Pembinaan tata usaha desa/pengarsipan surat.
b. Mengadakan palang merek desa, banjar, masjid dan pemandian.
c. Mendata lansia.
d. Mendata balita

BAB III
PELAKSANAAN KEGIATAN

A. Kegiatan yang Dilaksanakan
1. Bidang Agama
a. Mengikuti pengajian kaum Ibu dan Remaja (NNB).
b. Menyampaikan ceramah pada kegiatan pengajian atau wirid yasin NNB.
c. Menyampaikan Khutbah (bagi peserta laki-laki).
d. Memimpin kegiatan wirid yasin (tahtim/tahlil).
e. Memberikan penyuluhan/bimbingan keagamaan kepada masyarakat.
f. Menyampaikan ceramah pada kegiatan pengajian anak-anak
g. Belajar agama untuk anak-anak dimesjid tentang sholat fardu (tata caranya, dan bacaannya), thaharah, menghapal ayat-ayat pendek dan do’a, nama-nama Allah swt dan lain sebagainya.
2. Bidang Pendidikan
a. Mengajar di SD Negeri 101450 Balimbing
b. Membina kemampuan anak-anak membaca Al-Qur’an (Tajwid) dimesjid dan ditempat mereka mengajar mengaji.
c. Mengadakan Les Privat.
3. Bidang Lingkungan Hidup Dan Kesehatan
a. Menggerakkan kegiatan gotong-royong memperbaiki dan membersihkan lingkungan dan sarana umum (Kebersihan  jalan umum, pemakaman umum, masjid dan jalan menuju perkebunan penduduk.
b. Membuat Apotik Hidup.
4. Bidang Kesejahteraan Masyarakat
a. Membina keterampilan berwira usaha masyarakat seperti dalam bidang pertanian dan peternakan.
b. Membantu masyarakat berwira usaha dalam bidang pertanian (menanam padi).
5. Bidang Pembinaan Generasi Muda
a. Memberikan arahan/bimbingan kepada generasi muda tentang manajemen kepemimpinan organisasi.
b. Menggerakkan latihan olahraga, seperti volly dan sepak bola.
c. Membina keterampilan generasi muda (NNB) dalam mengelola suatu kegiatan.
6. Bidang Kesenian
a. Membina anak-anak dalam bidang seni tarian.
b. Membina anak-anak menggunakan jilbab secara baik dan benar.
c. Membina anak-anak dalam kegiatan nasyid
d. Membina anak-anak untuk memanfaatkan barang bekas seperti bunga dari aqua gelas.
7. Bidang Pemerintahan Desa
a. Pembinaan tata usaha desa/pengarsipan surat.
b. Membuat pelang merek desa, banjar, masjid pemandian dan batas suci di masjid.
c. Mendata lansia
d. Mendata balita
B. Hasil Yang Dicapai
1. Semakin berkembangnya pengajian wirid yasiin NNB yang dilaksanakan dua kali dalam seminggu yaitu selasa malam dan jum’at malam bagi Naposo Nauli Bulung Balimbing Jae.
2. Membiasakan dan mengarahkan masyarakat untuk ikut memakmurkan masjid, mengikuti shalat ber-jamaah dan pengajian.
3. Keadaan masjid yang sebelumnya masih sedikit jamaah setelah kedatangan kkl bertambah walaupun hanya sedikit.
4. Bertambahnya kesadaran masyarakat akan pentinya gotong-royong untuk mewujudkan desa  yang bersih dan masyarakat yang sehat.
5. Bertambahnya kesadaran dan minat anak-anak dalam mengikuti pengajian Al-Qur’an.
6. Bertambahnya minat orang tua untuk menyekolahkan anak-anaknya.
C. Faktor Penghambat dan Pendukung
1. Faktor Penghambat
Selama berada di lokasi KKL ada banyak hal yang menjadi penghambat kegiatan yang dilaksanakan oleh peserta KKL tersebut, yaitu:
a. Bidang Agama
a) Kurangnya waktu kaum Bapak untuk melaksanakan adzan Jhuhur dan Ashar.
b) Peralatan keagamaan yang  kurang memadai.
b. Bidang Pendidikan
a) Kurangnya tenaga pendidik di SD Negeri 101450 Balimbing.
b) Keadaan guru yang kurang semangat dalam mengajar anak didiknya dan suka bermalas-malasan dalam mengajar.
c) Ekonomi orang tua yang lemah.
d) Kurangnya waktu belajar bagi anak-anak karena sibuk bermain dan membantu orangtua baik dirumah ataupun di sawah dan kebun.
c. Bidang Lingkungan Hidup Dan Kesehatan
a) Kurangnya kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan hidup dan sarana umum.
b) Kesibukan dalam mencari nafkah sehingga kurang memperhatikan kebersihan lingkungannya.
d. Bidang Kesejahteraan Masyarakat
a) Minimnya sumbangsih masyarakat terhadap keperluan desa.
b) Kurangnya rasa kekompakan NNB.
e. Bidang Pembinaan Generasi Muda
a) Kurangnya sarana dan prasarana olahraga.
b) Tidak ada yang menggerakkan  untuk latihan olahraga.
f. Bidang Kesenian
a) Tidak adanya alat kesenian yang lain.
b) Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang kesenian.
g. Bidang Pemerintahan Desa
a) Kurangnya fasilitas pemerintahan desa seperti tidak adanya balai desa sebagai tempat masyarakat berkumpul melalakukan berbagai  kegiatan.
b) Kurangnya keprihatinan masyarakat terhadap bangunan mesjid.
2. Faktor Pendukung
a. Adanya kebersamaan diantara peserta KKL serta motivasi dan partisipasi aktif dari masayarakat di dalam mendukung program kegiatan yang akan dilaksanakan.
b. Sikap masyarakat yang antusias untuk menerima dan membentuk kegiatan yang dahulunya belum pernah ada.
c. Kelapangan hati atau kesabaran yang penuh bagi mahasiswa KKL dan masyarakat untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan yang telah diprogramkan meskipun terdakang terkendala dangan adanya faktor-faktor penghambat seperti yang kami sebutkan terlebih dahulu

BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN-SARAN

A. Kesimpulan
Kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) ini merupakan bentuk kegitan pengabdian kepada masyarkat yang termasuk kedalam salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi yang harus dilaksanakan oleh setiap mahasiswa dan termasuk kurikulum yang harus dilaksanakan, demikian juga pihak IAIN Padangsidimpuan yang pelaksanaanya dalam sekali setahun, pada angkatan ke- XLII tahun 2017 berlangsung mulai tanggal 11 Juli sampai 30 Agustus  2017 dengan waktu  1 bulan 21 hari, yang terbagi dalam 10 lokasi.
Lokasi KKL Mahasiswa yang dituju bertempat di Desa Balimbing Jae. Dari segi geografis lingkungan desa  Balimbing Jaetermasuk bagian Kecamatan Padang Bolak Julu. Desa ini mempunyai luas daerah pemukiman/perkampungan sekitar 6 Ha, luas pertanian/persawahan sekitar 500 Ha dan luas perkebunan sekitar 2000 Ha. Sarana transfortasi darat  menuju lingkungan desa  Balimbing Jaemasih tergolong sulit   untuk ditempuh karena desa  Balimbing Jaeitu masuk pedalaman sekitar 1,5 km.
Dalam pelaksanaan Kuliah Kerja  Lapangan di lingkungan desa  Balimbing Jae, kami menghadapi berbagai tantangan, hambatan dan berbagai problematika, namun atas bimbingan, arahan dan dukungan dari berbagai pihak seperti Supervisor, Bapak Ibu Dosen, Panitia Pelaksanan KKL dan masyarakat serta adanya kerja sama yang baik antara peserta KKL sehingga kami dapat menyelesaikan program KKL ini dengan baik.
B. Saran-saran
Saran yang dapat kami sampaikan sebagai Mahasiswa KKL kepada Masyarakat Desa Balimbing Jae agar terus meningkatkan dan menjaga hubungan antara sesama masyarakat. Selalu mengadakan pertemuan rapat minimal satu kali dalam seminggu untuk mengadakan kegiatan-kegiatan. Demikian kegiatan rutin yang sudah ada seperti gotong royong untuk kebersihan desa dan pekuburan umum jangan sampai tidak dilaksanakan. Sekaligus menjaga sendi-sendi tata krama dan adat istiadat dalam bermasyarakat.
Saran bagi teman-teman para pembaca maupun calon mahasiswa KKL di tahun selanjutnya agar lebih kreatif, inisitif, sportif dan inspiratif dalam pengabdian kepada masyarakat. Karena dengan kerja keras yang baik insyaallah berbuah hasil yang baik pula dan masyarakat mencintai kita serta kita akan terus dikenang karena telah meninggalkan kesan-kesan yang baik dan hasil yang membangun.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SOSIAL DAN BUDAYA MASYARAKAT ISLAM

JENIS-JENIS KEGIATAN DAKWAH PEMBERDAYAAN MASYARAKAT ISLAM